Senin, 07 Januari 2019

TONSILITIS

TONSILITIS ADALAH

Tonsilitis adalah peradangan pada tonsil yang umumnya disebabkan infeksi virus atau bakteri. Tonsil atau amandel adalah dua buah jaringan kecil yang terletak pada bagian samping kanan dan kiri kerongkongan. Jaringan ini secara normal berfungsi sebagai salah satu pertahanan tubuh, yaitu dengan menangkap bakteri atau virus yang melewati jalan napas. Pada kondisi tertentu, virus dan bakteri melampaui kemampuan tonsil untuk melawan sehingga terjadi infeksi pada tonsil itu sendiri. Tonsilitis lebih sering terjadi pada anak balita dan remaja. Setelah remaja, tonsillitis semakin jarang karena fungsi tonsil sebagai sistem imun berkurang setelah pubertas.

GEJALA

Tonsilitis menyebabkan gejala nyeri tenggorok, sulit atau nyeri saat menelan, demam, perubahan suara, batuk, kekakuan leher, nyeri kepala, dan bau mulut yang kurang sedap. Selain itu, penderita dapat mengalami kelelahan dan pembesaran kelenjar getah bening pada leher. Pada pemeriksaan rongga mulut, ditemui tonsil yang membesar, merah, dan dapat disertai selaput atau bintik - bintik putih atau kuning yang menutupi permukaan tonsil. Pada balita, gejala tonsillitis dapat berupa pengeluaran liur yang banyak akibat kesulitan atau nyeri saat menelan, menolak makan, dan gelisah. Pemeriksaan ke fasilitas kesehatan harus segera dilakukan jika anak mengalami nyeri tenggorok yang tidak menghilang dalam 1 – 2 hari, nyeri atau kesulitan menelan yang hebat, serta kesulitan bernapas. Gejala tonsilitis akibat virus lebih ringan dibanding bakteri; gejala tonsilitis virus umumnya membaik setelah 3 – 4 hari dan sembuh setelah 7 – 10 hari. Tonsilitis yang terjadi secara berulang atau berkepanjangan (kronik) dapat menyebabkan komplikasi berupa kesulitan bernapas, gangguan napas saat tidur, perluasan infeksi ke jaringan yang lebih dalam, serta kumpulan nanah di ruang belakang tonsil (abses tonsilar).

PENYEBAB

Tonsilitis paling seriing disebabkan oleh virus; pada sebagian kecil kasus, tonsillitis disebabkan oleh bakteri. Faktor risiko menderita tonsilitis adalah usia muda (balita dan remaja) serta paparan kuman yang tinggi.

PENGOBATAN

Tonsilitis akibat virus umumnya membaik dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala, antara lain dengan mengistirahatkan suara, minum cukup cairan untuk menjaga kelembaban tonsil, mengkonsumsi makanan atau minuman yang hangat atau dingin, menggunakan obat kumur, serta menghindari bahan iritan seperti asap. Obat – obatan dapat diberikan untuk meredakan demam atau nyeri. Tonsilitis akibat bakteri memerlukan pengobatan dengan antibiotik.

INFLUENZA

Influenza atau flu adalah infeksi virus pada saluran pernapasan. Flu adalah kondisi yang datang secara tiba-tiba, biasanya berlangsung selama 7 sampai 10 hari. Flu bisa hilang begitu saja dan ada yang diobati menggunakan obat obatan alami atau obat resep. Kebanyakan kasus flu umumnya bisa sembuh sepenuhnya.
Namun bagi orang tua, balita, dan orang yang daya tahan tubuhnya lemah, gejala flu bisa terasa lebih parah dan bahkan mengakibatkan kematian akibat komplikasinya. Tipe lain dari flu adalah flu babi (HIN1), flu burung (H5N1, H7N9), dan lain-lain.
Setiap tahun terdapat 10% hingga 15% kasus influenza, memengaruhi 250.000 – 500.000 orang. Jenis baru dari influenza A/H1N1 menyebabkan wabah pada Juni 2009. 
Seberapa umumkah influenza?
Flu adalah kondisi yang sangat umum dan bisa memengaruhi pasien dari segala usia. Influenza bisa dihindari dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan mendiskusikan dengan dokter Anda untuk info lebih lanjut. Orang dewasa biasanya terjangkit influenza 2-3 sekali per tahun sedangkan anak-anak bisa mencapai 6-7 kali per tahun. 

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala flu (influenza)?

Gejala influenza umumnya datang secara tiba-tiba. Tanda dan gejalanya biasanya mulai dari 24 sampai 48 jam setelah terpapar virus flu. Gejala dan demam terburuk biasanya berlangsung selama 3 sampai 5 hari. Tanda dan gejalanya seperti
  • Demam tinggi (di atas 38ยบC)
  • Panas dingin, nyeri otot.
  • Merasa sangat lemah atau lelah.
  • Sakit kepala.
  • Mata terasa sakit.
  • Batuk dan bersin.
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung meler.
  • Sakit perut (terlebih pada anak-anak dibandingkan orang dewasa).
  • Batuk dan merasa sangat lemah dan lelah bisa bertahan hingga 6 minggu.
Mungkin ada beberapa tanda dan gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda mempunyai kekhawatiran mengenai gejala influenza, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.
Kapan saya harus ke dokter?
Kebanyakan orang yang terkena flu dapat mengobati dirinya sendiri di rumah dan biasanya tidak perlu ke dokter.
Jika Anda menunjukkan gejala flu dan berisiko komplikasi, pergilah ke dokter segera. Mengonsumsi obat antivirus dalam 48 jam pertama setelah munculnya gejala utama dapat mengurangi lamanya Anda mengidap penyakit dan membantu mencegah masalah yang lebih serius.

Penyebab

Apa penyebab flu (influenza)?

Influenza atau flu adalah kondisi yang disebabkan oleh virus yang bisa dikaterogikan. Anda jenis flu dari  jenis A, B atau C. Jenis A adalah yang paling umum.
Orang yang terkena virus penyebab influenza akibat menghirup udara yang sudah tercemar virus dari orang lain yang terinfeksi (misalnya melalui batuk atau bersin), atau dari menyentuh sesuatu yang sudah disentuh orang yang terinfeksi.
Influenza bisa menyebar melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau jika Anda memakan daging hewan tersebut.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk flu (influenza)?

Ada beberapa faktor risiko untuk influenza, misalnya:
  • Usia. Influenza musiman cenderung menyerang balita dan orang tua.
  • Kondisi tempat tinggal. Orang yang tinggal di fasilitas bersama dengan banyak penghuni, seperti panti jompo atau asrama tentara, lebih sering terkena influenza.
  • Sistem kekebalan tubuh lemah. Pengobatan kanker, obat anti penolakan, kortikosteroid, dan HIV/AIDS bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda. Hal ini bisa membuat Anda lebih mudah tertular influenza dan bisa juga meningkatkan risiko Anda terkena komplikasi.
  • Penyakit kronis. Kondisi kronis, seperti asma, diabetes, atau jantung, bisa meningkatkan risiko Anda terjangkit komplikasi akibat influenza.
  • Hamil. Wanita hamil lebih mungkin untuk terjangkit komplikasi influenza, terutama dalam trimester kedua dan ketiga.
  • Kegemukan. Orang dengan Indeks Massa Tubuh sebesar 40 atau lebih memiliki peningkatan risiko komplikasi dari flu.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk flu (influenza)?

Flu adalah kondisi yang bisa diatasi. Pengobatan yang paling baik adalah istirahat.
Untuk mengatasi gejala lainnya yang membuat tidak nyaman, Anda bisa minum obat pereda nyeri NSAID seperti paracetamol dan ibuprofen, hingga obat batuk pilek, atau dekongestan. Jangan memberikan aspirin kepada anak-anak berusia kurang dari 16 tahun karena akan sangat meningkatkan risiko terkena Reye’s Syndrome.
Menghirup uap hangat dapat melegakan hidung yang tersumbat dan membantu mengencerkan sekret hidung (ingus). Tuangkan air panas ke dalam baskom lalu hirup uap hangat yang dihasilkan oleh air panas tersebut. Minyak esensial yang beraroma dapat ditambahkan. Anda dapat menggunakan selimut untuk membuat ruang tertutup bagi kepala Anda dan baskom agar uap air dapat terfokus ke hidung Anda. Tundukkan kepala Anda agar dapat mengarahkan uap air dengan lebih baik. Perbanyak minum air putih untuk mengencerkan ingus.
Influenza tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik.
Tes apa yang paling umum untuk influenza?
Dokter akan membuat diagnosis dari gejala-gejala yang Anda alami. Dokter juga bisa melakukan tes untuk memastikan diagnosis tersebut. Tes tersebut bisa melibatkan sampel cairan dari ingus atau menggunakan sampel darah. Dokter juga bisa meminta x-ray untuk mengecek adanya pneumonia (komplikasi).

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi flu (influenza)?

Gaya hidup dan pengobatan di rumah yang bisa membantu Anda mengatasi flu adalah:
  • Mandi air hangat atau kompres dengan bantalan pemanas bisa membantu meringankan nyeri otot.
  • Menghirup uap hangat misalnya dengan vaporizer dapat membantu mengencerkan sekret hidung (ingus) menipiskan sekres.
  • Berkumur dengan air garam hangat atau obat kumur bisa meringankan sakit tenggorokan.
  • Perbanyak cairan dalam tubuh: minum 2 liter air putih setiap harinya untuk mengganti cairan tubuh yang hilang dan konsumsi suplemen vitamin untuk daya tahan tubuh
  • Istirahat yang cukup: orang dewasa sehat membutuhkan waktu tidur ideal antara 7- 8 jam sehari untuk memberikan waktu bagi otot dan pikiran beristirahat
  • Konsumsi obat penghilang rasa sakit: Konsultasi dengan dokter atau apoteker Anda untuk mendapat obat penghilang rasa sakit, baik resep/nonresep. Obat-obatan ini dapat mengurangi rasa sakit yang diasosiasikan dengan pilek

VOLUME PERNAPASAN


 
Kapasitas vital adalah volume cadangan inspirasi + volume tidal + volume cadanganekspirasi. Pada praktikum ini kapasitas vital diperoleh dari rata-rata volume pernafasan yangdihembuskan pada spirometer setelah bernafas dalam-dalam, yaitu sebesar 1866,6 ml.Sedangkan volume cadangan inspirasinya adalah selisih kapasitas vital denganvolume tidaldan volume cadangan ekspirasisebesar 966,6 ml.
Pembahasan
Pada praktikum mengukur volume pernapasan ini subjek berjenis kelamin perempuan.Pertukaran volume udara selama bernapas dan kecepatan respirasi diukur dengan spirometer.Di antara volume udara pulmonari yang dipertukarkan dalam ventilasi adalah volume tidal,cadangan inspirasi, cadangan ekspirasi, residu, vital, dan kapasitas total paru-paru.Pada percobaan ini diperoleh data volume cadangan ekspirasi sebesar 400 ml. Bilasetelah inspirasi normal kemudian ia menghembuskan udara sekuat mungkin, kita dapatmelepas keluar 1200 ml udara di samping 500 ml volume tidal. Tambahan 1200 ml inidisebut volume cadangan ekspirasi (Soewolo dkk., 2005).Untuk mengetahui volume tidal adalah dengan mengurangkan hasil volume cadanganekspirasi dengan angka yang ditunjukkan pada spirometer saat kita menghirup udara normaldengan inspirasi normal lalu menghembuskan sekuat mungkin. Pada praktikum volume tidalsebesar 500 ml. Setiap inspirasi normal, dimasukkan kira-kira 500 ml udara ke dalam salurannapas. Jumlah yang sama dikeluarkan sewaktu ekspirasi normal. Volume udara yangdihirup/dihembuskan ini disebut volume tidal. Dari volume tidal ini, hanya kira-kira 350 ml
 
yang mencapai alveoli, 150 ml sisanya tertinggal pada saluran napas yang disebut volumeudara mati (Soewolo dkk., 2005). Volume tidal rata-rata pada pernapasan adalah sekitar 500ml. Ini merupakan rata-rata bagi manusia laki-laki yang mempunyai berat 70 kg dan padaperempuan biasanya 20%-25% lebih rendah. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah kamidapat, volume tidal dapat diukur melalui pengurangan volume udara pada kegiatan pertamayaitu volume udara tidal dan volume cadangan ekspirasi dengan hasil kegiatan kedua yaituvolume cadangan ekspirasi. Pengamatan menunjukkan bahwa volume tidal pada perempuansebesar 500 ml. Volume tidal dalam praktikum ini tidak dapat dikatakan normal karenavolumenya melebihi ukuran normal pada perempuan, seharusnya kurang dari 500 ml.Volume tidal sangat ditentukan oleh faktor umur, jenis kelamin, dan berat badan tiapindividu.Untuk mengetahui kapasitas paru-paru adalah dengan bernapas dalam-dalamkemudian menghembuskan sebanyak mungkin udara. Pada praktikum didapatkan kapasitasvital rata-rata sebesar 1866 ml. Kapasitas vital adalah sejumlah volume cadangan inspirasidengan volume tidal dan volume cadangan ekspirasi (4800 ml). Akhirnya kapasitas total parumerupakan jumlah semua volume udara, yaitu 6000 ml (Basoeki dkk., 2000).Untuk mengetahui volume cadangan inspirasi adalah saat kita menghirup udara padaspirometer dan menghembuskan udara dengan ekspirasi normal kemudian menghembuskansekuat mungkin dikurangkan dengan volume kapasitas paru-paru. Berdasarkan praktikumvolume cadangan inspirasi sebesar 966,6 ml. Bila kita ambil napas berat, dapat kita hiruplebih dari 500 ml udara. Tambahan udara yang masih dapat dihirup ini disebut volumecadangan inspirasi, rata-rata 3100 ml. Oleh karena itu sistem respirasi dapat memasukkansebanyak 3600 ml udara (Basoeki dkk., 2000).Besarnya volume udara pernapasan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor,antara lain ukuran alat pernapasan, kemampuan dan kebiasaan bernapas, serta kondisikesehatan. Jumlah oksigen yang diambil melalui udara pernapasan tergantung padakebutuhan dan hal tersebut biasanya dipengaruhi oleh jenis pekerjaan, ukuran tubuh, serta jumlah maupun jenis bahan makanan yang dimakan. Pekerja-pekerja berat termasuk atlitlebih banyak membutuhkan oksigen dibanding pekerja ringan. Demikian juga seseorang yangmemiliki ukuran tubuh lebih besar dengan sendirinya membutuhkan oksigen lebih banyak.Selanjutnya, seseorang yang memiliki kebiasaan memakan lebih banyak daging akanmembutuhkan lebih banyak oksigen daripada seorang vegetarian. Dalam keadaan biasa,
 
manusia membutuhkan sekitar 300 cc oksigen sehari (24 jam) atau sekitar 0,5 cc tiap menit.Kebutuhan tersebut berbanding lurus dengan volume udara inspirasi dan ekspirasi. Dalamkeadaan tubuh bekerja berat maka oksigen yang diperlukan pun menjadi berlipat-lipat kalidan bisa sampai 10 hingga 15 kali lipat.

FREKUENSI PERNAPASAN

Bayi yang masih berada di dalam kandungan belum melakukan gerakan pemapasan karena kebutuhan oksigennya dipenuhi oleh ibunya melain; plasenta. Paru-paru bayi mulai berfungsi apabila aliran darah melalui plasenta terhenti. Oleh karena itu pada saat bayi dilahirkan, paru-parunya harus dirangsang supaya berfungsi.

Gerakan pemapasan diatur oleh pusat pemapasan yang terdapat di otak dan aktivitas saraf pemapasan terjadi karena adanya rangsangan dari kadar CO, dalam darah. Misalnya apabila kita menahan napas maka keinginan untuk bernapas semakin besar, hal ini disebabkan karena kadar CO, dalam darah semakin meningkat sehingga memacu saraf pemapasan untuk menyuruh pusat saraf pernapasan agar memerintahkan alat pemapasan untuk melakukan pemapasan.
Frekuensi Pernapasan
Pada umumnya manusia mampu bernapas 15-18 kali per menit. Akan tetapi cepat atau lambatnya bernapas pada setiap orang berbeda-beda.

Faktor-faktor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya bernapas (frekuensi pemapasan), yaitu:
  • Usia: semakin bertambah usia maka semakin rendah frekuensi pemapasannya. Hal ini berkaitan dengan makin berkurangnya jumlah energi yang dibutuhkan oleh tubuh.
  • Jenis kelamin; frekuensi pemapasan laki-laki lebih besar dari wanita. Hal ini karena laki-laki lebih banyak bergerak sehingga lebih banyak membutuhkan energi, kebutuhan O2 dan produksi CO2 lebih tinggi dari proses metabolismenya lebih tinggi dari wanita.
  • Aktivitas; orang yang sedang beraktivitas membutuhkan energi lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang sedang beristirahat. Oleh karena itu, frekuensi pemapasan orang yang sedang beraktivitas lebih besar dari orang yang sedang istirahat
  • Posisi tubuh; posisi tubuh mempengaruhi frekuensi pernapasan karena berkaitan dengan beban yang harus ditanggung oleh organ tubuh. Oleh karena itu, frekuensi pemapasan orang yang sedang berdiri lebih besar dari orang yang sedang duduk atau berbaring. Pada orang yang sedang berdiri, otot-otot kakinya akan berkontraksi untuk menghasilkan tenaga untuk menjaga tubuh tetap berdiri tegak. Kondisi seperti ini menyebabkan tubuh memerlukan banyak O2 dan menghasilkan banyak C02 hai inilah yang menyebabkan frekuensi pemapasannya semakin meningkat. 
  • Suhu tubuh; semakin tinggi suhu tubuh maka semakin besar frekuensi pemapasannya. Hal ini berkaitan dengan kecepatan metabolisme. Semakin tinggi suhu maka semakin cepat metabolismenya sehingga diperlukan peningkatan O2 yang masuk ke dalam tubuh dan pengeluaran CO2 dari tubuh.

MEKANISME PERNAPASAN MANUSIA

Mekanisme Pernapasan

Pernapasan manusia dibedakan atas pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada dan pernapasan perut terjadi melalui fase inspirasi dan ekspirasi.

1. Mekanisme Pernapasan Dada 
1. Fase Inspirasi pernapasan dada
Mekanisme inspirasi pernapasan dada sebagai berikut:
Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis eksternal) berkontraksi --> tulang rusuk terangkat (posisi datar) --> Paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara luar masuk ke paru-paru

2. Fase ekspirasi pernapasan dada 
Mekanisme ekspirasi pernapasan perut adalah sebagai berikut:
Otot antar tulang rusuk relaksasi --> tulang rusuk menurun --> paru-paru menyusut --> tekanan udara dalam paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.

2. Mekanisme Pernapasan Perut 
1. Fase inspirasi pernapasan perut
Mekanisme inspirasi pernapasan perut sebagai berikut:
sekat rongga dada (diafraghma) berkontraksi --> posisi dari melengkung menjadi mendatar --> paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara masuk

2. Fase ekspirasi pernapasan perut 
Mekanisme ekspirasi pernapasan perut sebagai berikut:
otot diafraghma relaksasi --> posisi dari mendatar kembali melengkung --> paru-paru mengempis --> tekanan udara di paru-paru lebih besas dibandingkan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.


Udara Pernapasan
AdChoices

Oksigen yang masuk dan keluar melalui alat-alat pernapasan disebut udara pernapasan. Udara pernapasan pada manusia dibedakan menjadi enam macam, yaitu:

1. Udara pernapasan biasa (volume tidal) --> VT 
Merupakan udara yang masuk dan keluar paru-paru pada saat pernapasan biasa. Volume udara yang masuk dan keluar sebanyak 500 ml

2. Udara cadangan inspirasi (udara komplementer) --> UK 
Merupakan udara yang masih dapat dimasukkan ke dalam paru-paru secara maksimal, setelah melakukan inspirasi normal. Besarnya udara komplementer adalah 2500 - 3000 ml

3. Udara cadangan ekspirasi (udara suplementer) --> US
 
Merupakan udara yang masih dapat dikeluarkan dari paru-paru secara maksimal setelah melakukan ekspirasi biasa. Besarnya udara suplementer adalah 1250 - 1300 ml

4. Udara residu --> UR 
merupakan udara yang tersisa di dalam paru-paru, yang berfungsi untuk menjaga agar paru-paru tetap dalam keadaan mengembang. besarnya udara residu adalah 1200 ml. 
 
Volume Udara Pernapasan

Volume udara pernapasan berkisar 500 - 3500 ml. Dari 500 ml udara yang dihirup, hanya 350 ml yang sampai di alveolus, sisanya hanya sampai saluran pernapasan. Jumlah oksigen yang diperlukan sehari untuk tiap individu sebesar 300 cc.

Kapasitas Paru-paru


1. Kapasitas vital --> KV 
Merupakan kemampuan paru-paru mengeluarkan udara secara maksimal setelah melakukan inspirasi secara maksimal.

Kapasitas paru-paru dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: 
KV = VT + UK + US
Berdasarkan rumus di atas kapasitas vital paru-paru adalah sebesar 4750 ml 

2. Kapasitas total --> KT
 
Merupakan udara yang dapat tertampung secara maksimal di paru-paru secara keseluruhan.

Kapasitas total paru-paru dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
KT = KV + UR 
Berdasarkan rumus di atas dapat dihitung kapasitas total paru-paru adalah sebesar 5800 ml

organ pernapasan manusia

1. Hidung dan Rongga Hidung
Hidung adalah organ terluar yang langsung bersentuhan dengan gas atau udara untuk bernapas. Fungsi hidung adalah menghirup oksigen (O2) dan sebagai jalur keluarnya karbon dioksida (CO2). Organ ini terletak di tulang tengkorak dan tersusun dari tulang rawan,  tulang, otot, dan kulit. Di dalam hidung, terdapat rongga hidung yang berperan penting dalam proses pernapasan.  Rongga hidung berfungsi untuk melembabkan, menghangatkan, dan menyaring (filter) udara yang masuk ke tubuh.

2. Tenggorokan (Faring)
Tenggorokan, atau disebut faring, merupakan jalur terusan setelah kita menghirup udara melalui hidung. Pada tenggorokan, organ pernapasan dilanjutkan dengan pangkal tenggorokan (laring), trakea, dan bronkus.
3. Pangkal Tenggorokan (Laring)
Laring, yang dikenal sebagai “kotak suara”, adalah penghubung untuk faring dan trakea. Di bagian ini, terdapat pita suara dan katup epiglottis, yang memisahkan saluranmakanan dengan saluran udara.
4. Trakea
Trakea menghubungkan laring dengan bronkus dan menjadi jalan bagi udara dari leher ke bagian dada. Bentuknya seperti pipa. Fungsi utamanya sebagai jalur udara untuk masuk dan keluar dari paru-paru. Organ ini tersusun atas cincin tulang rawan dan terdapat di depan kerongkongan.   
5. Bronkus
organ pernapasan
Bronkus merupakan percabangan dari trakea. Organ ini memiliki 2 percabangan menuju paru-paru kanan dan kiri. Setelah melewati bronkus, percabangan akan diteruskan oleh bronkiolus dan berakhir di alveolus atau gelembung udara.
6. Paru-paru
Paru-paru merupakan organ vital pernapasan yang dibungkus oleh lapisan bernama pleura. Letaknya berada di rongga dada di atas diafragma. Bentuknya mirip seperti spons dan terdiri dari 2 bagian, yaitu kiri dan kanan. Paru-paru kiri hanya memiliki 2 segmen. Sementara paru-paru kanan mempunyai 3 segmen.

Rabu, 02 Januari 2019

Tekanan Gas pada Proses Pernapasan Manusia

 Tekanan Gas pada Proses Pernapasan Manusia

  |
Pengertian pernapasan
Pernapasan atau respirasi adalah pertukaran gas antara makhluk hidup (organisme) dengan lingkungannya. Secara umum, pernapasan dapat diartikan sebagai proses menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Dalam proses pernapasan, oksigen merupakan zat kebutuhan utama. Oksigen untuk pernapasan diperoleh dari udara di lingkungan sekitar.

Pernapasan pada manusia mencakup dua proses, yaitu :
1.  Pernapasan eksternal
Adalah pernapasan dimana pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang terjadi antara udara dalam gelembung paru-paru dengan darah dalam kapiler.
2.  Pernapasan internal
Adalah pernapasan dimana pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara darah dalam kapiler dengan sel-sel jaringan tubuh.
Dalam proses pernapasan, oksigen dibutuhkan untuk oksidasi (pembakaran) zat makanan. Zat makanan yang dioksidasi tersebut yaitu gula (glukosa). Glukosa merupakan zat makanan yang mengandung energi. Proses oksidasi zat makanan, yaitu glukosa, bertujuan untuk menghasilkan energi. Jadi, pernapasan atau respirasi yang dilakukan organisme bertujuan untuk mengambil energi yang terkandung di dalam makanan.
Hasil utama pernapasan adalah energi. Energi yang dihasilkan digunakan untuk aktivitas hidup, misalnya untuk pertumbuhan, mempertahankan suhu tubuh, pembelahan sel-sel tubuh, dan kontraksi otot
B.      Sistem Pernapasan pada Manusia
Manusia bernapas secara tidak langsung. Artinya, udara untuk pernapasan tidak berdifusi secara langsung melalui permukaan kulit. Difusi udara untuk pernapasan pada manusia terjadi di bagian dalam tubuh, yaitu gelembung paru-paru (alveolus). Pada pernapasan secara tidak langsung, udara masuk ke dalam tubuh manusia dengan perantara alat-alat pernapasan.
Alat-alat Pernapasan pada manusia terdiri dari rongga hidung, faring (tekak), laring (pangkal tenggorokan), trakea (batang tenggorokan), bronkus (cabang tenggorokan), dan pulmo (paru-paru).
Alat pernapasan manusia

1.      Rongga Hidung
Rongga hidung merupakan jalan masuk oksigen untuk pernapasan, dan jalan keluar karbon dioksida serta uap air sisa pernapasan. Di dalam rongga hidung terjadi penyaringan udara dari debu-debu yang masuk bersama udara. Udara yang masuk ke dalam rongga hidung juga mengalami proses penghangatan agar sesuai dengan suhu tubuh kita. Demikian juga pula kelembapan udara diatur agar sesuai dengan kelembapan tubuh kita.
2.      Faring (tekak)
Faring berbentuk seperti tabung corong yang terletak di belakang rongga hidung dan mulut. Faring berfungsi sebagai jalan bagi udara dan makanan. Selain itu, faring juga berfungsi sebagai ruang getar untuk menghasilkan suara.
Alat pernapasan manusia bagian atas
3.      Laring (pangkal tenggorokan)
Laring terdapat di antara faring dan trakea. Dinding laring tersusun dari sembilan buah tulang rawan. Salah satu tulang rawan tersusun dari dua lempeng kartilago hialin yang menyatu dan membentuk segitiga. Bagian ini disebut jakun.
Di dalam laring terdapat epiglotis dan pita suara. Epiglotis merupakan kartilago elastis yang berbentuk seperti daun. Epiglotis dapat membuka dan menutup. Pada saat menelan makanan, epiglotis menutup sehingga makanan tidak masuk ke tenggorokan tetapi menuju kerongkongan. Pita suara merupakan selaput lendir yang membentuk dua pasang lipatan dan dapat bergetar menghasilkan suara.
Pita suara manusia
4.      Trakea (batang tenggorokan)
Trakea berbentuk seperti pipa yang terletak memanjang di bagian leher dan rongga dada (toraks). Trakea tersusun dari cincin tulang rawan dan otot polos. Dinding bagian dalam trakea berlapis sel-sel epitel berambut getar (silia) dan selaput lendir. Trakea bercabang dua, yang satu menuju paru-paru kiri dan yang lain menuju paru-paru kanan. Cabang trakea disebut bronkus.
5.      Pulmo (paru-paru)
Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas. Rongga dada dan rongga perut dipisahkan oleh sekat, yaitu diafragma. Paru-paru terbagi menjadi dua bagian, yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri dari tiga gelambir dan paru-paru kiri terdiri dari dua gelambir. Paru-paru dibungkus oleh selaput paru-paru tipis yang disebut pleura.
Di dalam paru-paru, masing-masing bronkus bercabang-cabang membentuk bronkiolus. Selanjutnya, bronkiolus bercabang-cabang menjadi pembuluh halus yang berakhir pada gelembung paru-paru yang disebut alveolus (jamak = alveoli). Alveoli menyerupai busa atau sarang tawon. Jumlah alveoli kurang lebih 300 juta. Dinding alveolus sangat tipis dan elastis. Pada alveolus inilah terjadi difusi atau pertukaran gas pernapasan, yaitu oksigen dan karbon dioksida.
Alveoli yang terdapat di dalam paru-paru manusia
C.      Mekanisme Pernapasan
Pernapasan merupakan suatu proses yang terjadi dengan sendirinya (secara otomatis). Walaupun kita dalam keadaan tidur, proses pernapasan berjalan terus. Pada saat kita bernapas ada dua proses yang terjadi yaitu inspirasi (proses masuknya udara ke dalam paru-paru) dan ekspirasi (proses keluarnya udara dari paru-paru). Inspirasi dan ekspirasi terjadi antara 15 – 18 kali setiap menit. Proses inspirasi dan ekspirasi diatur oleh otot-otot diafragma dan otot antar tulang rusuk.
1.       Pernapasan Dada
Terjadi karena aktivitas otot antartulang rusuk. Bila otot antartulang rusuk berkerut (berkontraksi), maka tulang-tulang rusuk akan terangkat dan volume rongga dada akan membesar. Keadaan ini menyebabkan penurunan tekanan udara di dalam paru-paru. Karena tekanan udara di luar tubuh lebih besar, maka udara dari luar yang kaya oksigen masuk ke dalam paru-paru. Dengan demikian terjadilah inspirasi.
Bila otot-otot antartulang rusuk mengendor (relakasasi), yaitu kembali pada posisi semula, maka tulang-tulang rusuk akan tertekan. Akibatnya, volume rongga dada mengecil. Keadaan ini mengakibatkan naiknya tekanan udara di dalam paru-paru.
Pada saat insipirasi (a) rongga dada membesar dan (b) diafragma mendatar
2.       Pernapasan Perut
Pernapasan perut terjadi karena aktivitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada. Bila otot diafragma berkontraksi, maka diafragma akan mendatar. Keadaan ini mengakibatkan rongga dada membesar sehingga tekanan udara di paru-paru mengecil. Akibatnya, udara luar yang kaya oksigen masuk ke dalam paru-paru melalui saluran pernapasan. Dengan demikian, terjadilah inspirasi.
Sebaliknya, bila otot diafragma relaksasi (kembali pada posisi semula), maka kedudukan diafragma melengkung ke atas. Keadaan ini mengakibatkan rongga dada membesar. Akibatnya, udara dari paru-paru yang kaya karbon dioksida terdorong ke luar. Dengan demikian terjadilah ekspirasi.