Kamis, 10 Januari 2019

ALBUMINURIA

ALBUMINURIA

PENGERTIAN ALBUMINURIA

Albuminuria adalah simtoma terdapatnya sejumlah konsentrasi albumin di dalam urin. Albumin yang mencapai ginjal melalui pembuluh darah pada umumnya akan mengalami filtrasi pada glomerulus dan diserap kembali oleh tubula proksimal menuju sirkulasi darah. Laju albumin yang terlepas dari penyerapan proksimal ke dalam urin, yang melebihi 150 miligram/24 jam telah dianggap secara medis sebagai patologis.

ETIOLOGI / PENYEBAB

Penyebab penyakit Albuminuria (proteinuria)
Kurangnya asupan air ke dalam tubuh, jadinya memperberat kerja ginjal
Asupan protein, kalsium, dan vitamin C berlebihan membuat glomerulus harus bekerja lebih keras

TANDA DAN GEJALA
Tanda dan gejala Albuminuria hanya akan menjadi nyata setelah ginjal sangat rusak dan tingkat protein dalam urin tinggi. Jika ini terjadi, gejala dapat muncul sebagai pembengkakan pergelangan kaki, tangan, perut atau wajah. Karena gejala hanya terjadi pada tahap kerusakan ginjal,
Gejala- gejala yang timbul saat seseorang mengalami penyakit albuminuria ini adalah:

Terjadinya pembengkakan di bagian- bagian tubuh tertentu, pembengkakan tersebut berisi cairan yang apabila tidak cepat diatasi akan menimbulkan rasa nyeri dan sakit pada tempat yang bengkak.
Hasil tes urin menunjukkan adanya kandungan protein albumin pada urin, hal ini sudah menunjukkan bahwa penyakit albuminuria yang diderita sudah tergolongan parah dan membahayakan.
Wajah, pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan perut mengalami pembengkakan. Hal tersebut terjadi karena sistem pembuangan hasil metabolisme tubuh tidak dikeluarkan dengan sepurna sehingga mengendap di tubuh menyebabkan pembengkakan pada bagian tubuh lain.
Khusus pada penderita diabetes sebaiknya rutin mengecek kondisi tubuhnya karena sangat berisiko terkena penyakit albuminuria ini.

EPIDEMOLOGI/ INSIDEN


PATOFISIOLOGI DALAM BENTUK SKEMA 


KOMPLIKASI
Komplikasi Albuminuria meliputi sebagai berikut:
Edema part karena karena overload cairan.
Gagal ginjal akut akibat penipisan intravaskular
Peningkatan risiko infeksi bakteri, termasuk bakteri peritonitis
Peningkatan risiko trombosis arteri dan vena, termasuk trombosis vena ginjal
Peningkatan risiko penyakit kardiovaskular

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Albuminuria (Proteinuria) sering didiagnosis dengan tes dipstick sederhana walaupun ada kemungkinan bahwa pengujian tersebut memberikan hasil yang negatif palsu jika urin encer. Hasil negatif palsu juga dapat terjadi jika protein dalam urin terdiri terutama dari globulin. Dipstick tes protein akan dihitung dengan mengukur jumlah total protein dalam tes urin 24 jam pengumpulan.

Pengujian juga dapat dilakukan dengan melihat konsentrasi protein dalam urin yang dibandingkan dengan tingkat kreatinin dalam sampel urin. Hal ini disebut Perbandingan Protein / Kreatinin (protein creatinin ratio atau PCR). Pedoman Penyakit Ginjal Kronik lnggris tahun 2005 menyatakan bahwa PCR adalah tes yang lebih baik dari 24 jam pengukuran protein urin. Proteinuria didefinisikan sebagai Protein: rasio kreatinin> 45 mg/mmol.
PENGOBATAN
Albuminuria sebenarnya bukan suatu penyakit tapi merupakan pertanda ada suatu penyakit yang mengakibatkan albuminuria. Banyak hal yang dapat menyebabkan albuminuria tapi yang paling sering adl perdangan pada ginjal..
Terapinnya yang pertama adalah mengobati penyebabnya karena selama penyebabnya ga diatasi akan terus terjadi albuminuria.
Pada peradangan ginjal maka obatnya tentu obat anti-radang. Obat yang sering dipakai adalah dexamethason dalam jangka waktu lama (2 bulan). Tapi pemberian dexamethason ga boleh sembarangan apalagi dalam jangka waktu lama. Untuk itu perlu panduan dari dokter.
Selain itu kalau albuminuria sudah menyebabkan kadar albumin dalam darah menjadi sangat rendah maka perlu diberi albumin melalui infus.

PENATALAKSANAAN
Dua  metode yang umumnya digunakan  untuk mendeteksi albumin yaitu metode dipstick dan menggunakan presipitat asam sulfosalisilat. Metode dipstick (colorimetric reagent strip) didasarkan pada kemampuan protein untuk mengubah warna tertentu dengan indicator asam basa, seperti tetrabromophenol blue, tanpa mengubah pH.

PENCEGAHAN
Untuk mengurangi resiko terjadinya albuminuria mungkin bisa dimulai dengan membiasakan diri minum 8 gelas sehari, walaupun sebetulnya tidak merasa haus. Selain itu pencegahannya juga dapat dilakukan dengan tidak mengonsumsi hanya salah satu zat gizi saja secara berlebihan. Artinya makanan yang kita makan juga haru seimbang, baik dari segi jumlah maupun kadar gizinya.

BATU GINJAL

BATU GINJAL (RENAL CALCULI / NEFROLITHIASIS)


Batu ginjal, disebut juga sebagai renal calculi atau nefrolithiasis, yang terjadi di organ ginjal. Batu dapat terbentuk di saluran kemih manapun. Pasien mungkin tidak merasakan gejala dari batu ginjal hingga batu tersebut turun kebawah ke ureter hingga menuju bladder atau kandung kemih. Didalam saluran kemih tersebut butiran kristal akan berkembang menjadi batu dalam urin. Aliran lambat urin dapat memberikan waktu untuk mengkristal dan terbentuk menjadi batu. Kristal tersebut dapat dibentuk dari kalsium, asam urat, sistin, atau struvite. Pemberian obat diuretik juga dapat meningkatkan resiko dari pembentukan batu ginjal pada beberapa pasien. 
Gambar Jenis batu pada saluran kemih dan ginjal:






Batu ginjal dapat menyangkut di saluran ureter dan menghalangi aliran urin. Sehingga dapat terjadi hidronefrosis dan pembengkakan saluran ureter. Batu ginjal biasanya dapat kambuh, terlebih lagi pada pasien yang memiliki riwayat nefrolithiasis pada keluarganya.


Gejala yang timbul biasanya adalah:
·                Air kencing terdapat darah (hematuria)
·                Nyeri di daerah panggul (kolik ginjal)
·                Nyeri dapat menjalar ke daerah perut dan kebawahpangkal pahaskrotum (kantung biji) atau labia (kelamin wanita)
·                Mualmuntahdan berkeringat yang berhubungan dengan terjadinya nyeri
·                Peningkatan tekanan darah dengan nyeri
·                nyeri pinggang ekstrim yang datang lambat atau cepat

Untuk mengetahui pasien tersebut menderita batu ginjal atau gangguan sistem kemih lainya maka dilakukan pemeriksaan seperti: pemeriksaan urin, USG ginjal, CT-Scan, atau MRI, dan X-Ray BNO IVP.
Pengobatan biasanya dilakukan untuk:
1.        Meredakan Nyeri atau analgetik terdiri dari:
-          Golongan narkotik seperti morphine
-          Golongan non narkotik seperti ketorolac, anti inflamasi non steroid
2.      Berikan antispasme untuk tambahan pengontrol nyeri
3.      Tingkatkan intake cairan untuk membilas saluran kemih

Tindakan bedah biasanya dilakukan dengan cara :
1.      Litotripsi atau pemecahan batu dapat dilakukan dengan cara menggunakan laser (laser litotripsi), Gelombang Kejut (ESWL), atau dengan tindakan pemecahan batu ginjal lewat kulit (PCNL)
2.        Pemasangan Stent untuk saluran ureter dan ginjal, contohnya dengan DJ Stent. Digunakan untuk melancarkan aliran urin dan membebaskan dari serpihan kecil batu ginjal
3.        Operasi pengangkatan batu secara bedah invasif pyelolitotomy jika batu sudah memenuhi ruang pyelum.

Hal yang harus diperhatikan untuk pasien dengan batu ginjal adalah:
1.        Monitor intake dan output cairan
2.        Kaji level dan respon nyeri untuk pemberian pengobatan nyeri
3.        Periksa urine untuk mendapatkan data tentang batu yang ada dalam urine
4.        Ajarkan pasien tentang :
-       Intake cairan yang adekuat
-       Pemakaian obat-obatan untuk mengurangi resiko kekambuhan
-       Modifikasi diet sesuai dengan jenis kandungan batu

NEFRITIS

Nefritis adalah penyakit radang ginjal yang disebabkan oleh 2 hal. Yang pertama adalah infeksi bakteri Streptococcus. Dan yang kedua karena reaksi kekebalan yang abnormal sehingga antibodi menyerang ginjal. Penyakit nefritis di tandai dengan hematuria, proteinuria, tekanan darah yang tinggi, pengerasan pada pembuluh darah ginjal, kegagalan fungsi hati, dan kerusakan pada bagian glomerulus dan tubulus. Karena mengalami Nefritis, seseorang dapat terjangkit penyakit uremia dan edema.
Macam-macam Nefritis terbagi menjadi 2, yaitu:
  1. Nefritis Akut, biasanya menyerang anak-anak dan remaja yang biasanya terjangkit karena di sebabkan oleh penyakit menular.
  2. Nefritis Kronis, menyerang orang tua atau manusia lanjut usia (manula)

HATI

HATI

D. HATI

Hati adalah organ tubuh manusia bagian dalam (setelah kulit) dan beratnya sekitar 1,25 kg atau sekitar 3 pon
  1. Ukuran hati cukup besar,kira-kira sebesar bola untuk rugby (American football).
  2. Hari terletak di bawah rusuk, di bagian kanan atas perut. Anda tak dapat hidup tanpa hati.
  3. Hati merupakan salah satu organ tubuh terpenting,memiliki lebih dari 500 fungsi. Beberapa diantaranya meliputi melawan infeksi,memproses makanan yang telah di serap dari usus, memproduksi getah empedu, senyawa yang berfungsi penting dalam sistem pencernaan makanan,menyaimpan zat besi,vitamin dan bahan – bahan kimia lain yang penting mengontrol tingkat atau kadar lemak,glukosa atau gula dan asam aminu dalam darah dan detoksifikasi atau membuang zat – zat racun dalam tubuk.
  4. Cara lain untuk melihat apa yang di kerjakan oleh hati adalah dengan memikirkan bagaimana hati bisa membantu anda dengan memproduksi energi secara cepat jika dibutuhkan,mencegah kekurangan bahan bakar tubuh dengan menyimpan vitamin – vitamin tertenu,mineral dan gula,mengontrol produksi dan ekskresi koleksterol,metabolisme alkohol,menyimpan zat besi,memonitrol dan menjaga keseimbangan berbagai zat kimia serta obat – obatan dalam darah dan membantu tubuh untuk bertahan melawan infeksi dengan memproduksi faktor kekebalan tubuh dan dengan membuang bakteri dari aliran darah.
  5. Hati memiliki pasokan darah yang unik dari 2 sumber.pasokan darah dari arteri hepatika dan dari vena porta yang berasal dari usus. Semua darah yang berasal dari usus akan mencapai jantung dan paru – paru setelah melewati hati.
  6. Hati memiliki kapasitas yang basar untuk tumbuh kembali. Sampai tiga perempat bagian dari hati dapat di ambil dan sisanya akan tumbuh kembali sampai ke ukuran dan bentuk norrmal dalam periode waktu tertentu.
  7. Kerusakan hati menghambat kemampauannya untuk melawan infeksi serta menjalankan fungsi – fungsi penting lainnya.
  8. Hepatitis C adlah virus yang menyebar melalui darah yang terinfeksi, menyarang hati dan menyebabkan kerusakan hati.kerusakan fungsi hat karena hepatitis C kronik merupakan penyebab utama dilakukannya transplantasi hati.
  9. Ada banyak jenis penyakit hati, tatapi beberapa yang terpenting adalah virus hepatitis,sirosis,batu empedu gangguan hati yang disebabkan oleh alkohol, kanker hati dan gangguan hati pada anak – anak.
Hati berfungsi mengatur komposisi darah,terutama jumlah gula,protein,dan lemak yang masuk dalam peredaran darah.hati juga mrnyingkirkan bili rubin dari darah untuk kemudian di keluarkan melalui feses.

Senin, 07 Januari 2019

PARU PARU

Paru-paru adalah organ pada sistem pernapasan (respirasi) dan berhubungan dengan sistem peredaran darah (sirkulasi) vertebrata yang bernapas dengan udara. Fungsinya adalah menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah. Prosesnya disebut "pernapasan eksternal" atau bernapas. Paru-paru juga mempunyai fungsi nonrespirasi. Istilah kedokteran yang berhubungan dengan paru-paru sering mulai di pulmo-, dari kata Latin pulmones untuk paru-paru.

KULIT

Kulit manusia adalah lapisan luar dari tubuh. Pada manusia, itu adalah organ terbesar dari sistem yg menutupi. Kulit memiliki beberapa lapisan jaringan ectodermal dan penjaga otot-otot yang mendasarinya, tulang, ligamen dan organ internal.[1] Kulit manusia sama dengan mamalia lainnya, kecuali bahwa itu tidak dilindungi oleh suatu bulu. Meskipun hampir semua kulit manusia ditutupi dengan folikel rambut, tampak tak berbulu. Ada dua jenis umum dari kulit, kulit berbulu dan tidak berbulu.[2]
Karena antarmuka dengan lingkungan, kulit memainkan peran penting dalam melindungi tubuh terhadap patogen[3] dan kehilangan air yang berlebihan.[4] Fungsi lainnya adalah isolasi, pengaturan suhu, sensasi, sintesis vitamin D, dan perlindungan vitamin B folates. Kulit yang rusak parah akan mencoba untuk menyembuhkan dengan membentuk jaringan parut. Ini menyebabkan kulit sering berubah warna dan depigmentasi. Pada manusia, pigmentasi kulit bervariasi antar populasi, dan jenis kulit dapat berkisar dari kering ke berminyak. Variasi kulit seperti menyediakan habitat yang kaya dan beragam untuk beberapa bakteri yang kira-kira 1000 spesies dari 19 filum.[5][6]

Komponen kulit[sunting | sunting sumber]

Kulit memiliki sel mesodermal, pigmentasi, atau melanin yang disediakan oleh melanosit, yang menyerap sebagian radiasi ultraviolet berpotensi berbahaya (UV) sinar matahari. Hal ini juga mengandung enzim perbaikan DNA yang membantu mengurangi efek merusak UV, dan orang-orang yang tidak memiliki gen enzim ini mengalami potensi tinggi kanker kulit. Pigmentasi kulit manusia bervariasi antara populasi secara mencolok. Hal ini telah menyebabkan klasifikasi orang atas dasar warna kulit.[7]
Kulit adalah organ terbesar dalam tubuh manusia. Untuk manusia dewasa rata-rata, kulit memiliki luas permukaan antara 1,5-2,0 meter persegi (16,1-21,5 sq ft), sebagian besar tebalnya antara 2-3 mm (0,10 inci). rata-rata 1 inci persegi (6,5 cm ²) dari kulit memegang 650 kelenjar keringat, 20 pembuluh darah, 60.000 melanosit, dan lebih dari 1.000 ujung saraf.

Pigmen[sunting | sunting sumber]

  • Melanin : Ini berwarna coklat dan hadir dalam zona germinative dari epidermis.
  • Melanoid : Ini menyerupai melanin namun hadir difus di seluruh epidermis.
  • Karoten : Pigmen ini berwarna kuning sampai oranye. ini ada dalam stratum korneum sel-sel lemak dermis dan fasia superfisialis.
  • Hemoglobin (juga dieja Hb) : Hal ini ditemukan dalam darah dan bukan merupakan pigmen kulit tetapi mengembangkan warna ungu.
  • Oksihemoglobin : Hal ini juga ditemukan dalam darah dan bukan merupakan pigmen kulit. Ini mengembangkan warna merah.[8][9]

Lapisan kulit[sunting | sunting sumber]

Kulit terdiri dari tiga lapisan utama:
  • Epidermis, yang tahan air dan berfungsi sebagai penghalang terhadap infeksi
  • Dermis, yang berfungsi sebagai lokasi untuk pelengkap kulit
  • Hipodermis (subkutan lapisan adiposa)

Epidermis (Kulit Ari)[sunting | sunting sumber]

Epidermis, "epi" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "lebih" atau "pada", adalah lapisan terluar dari kulit. Ini membentuk pembungkus, tahan air pelindung atas permukaan tubuh dan terdiri dari epitel skuamosa berlapis dengan lamina basal yang mendasarinya.
Epidermis tidak mengandung pembuluh darah, dan sel-sel di lapisan terdalam dipelihara oleh difusi dari darah kapiler memanjang hingga ke lapisan atas dari dermis. Jenis utama dari sel-sel yang membentuk epidermis adalah sel Merkel, keratinosit, dengan melanosit dan sel Langerhans . Epidermis dapat dibagi lagi menjadi strata berikut (dimulai dengan lapisan terluar).: korneum, lucidum (hanya di telapak tangan dan telapak kaki),granulosum, spinosum, basale.

Komponen[sunting | sunting sumber]

Epidermis tidak mengandung pembuluh darah, dan dipelihara oleh difusi dari dermis. Jenis utama dari sel-sel yang membentuk epidermis keratinosit, melanosit, sel Langerhans dan sel Merkels. Epidermis membantu kulit untuk mengatur suhu tubuh.

Lapisan[sunting | sunting sumber]

Epidermis dibagi menjadi beberapa lapisan di mana sel-sel dibentuk melalui mitosis pada lapisan terdalam. Epidermis dibagi menjadi 5 sub bagian berikut atau strata:
  1. stratum korneum
  2. stratum lucidum
  3. stratum granulosum
  4. stratum spinosum
  5. Stratum germinativum (juga disebut "stratum basale").

Dermis[sunting | sunting sumber]

Dermis adalah lapisan kulit di bawah epidermis yang terdiri dari jaringan ikat dan bantal tubuh dari stres dan ketegangan. Dermis erat terhubung ke epidermis dengan membran dasar. dermis juga merupakan pelabuhan banyak ujung saraf yang menyediakan indra peraba dan panas. dermis berisi folikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar sebaceous, kelenjar apokrin, pembuluh limfatik dan pembuluh darah. Pembuluh darah di dermis menyediakan makanan dan pembuangan sampah dari sel sendiri serta dari basale Stratum dari epidermis.
Dermis secara struktural dibagi menjadi dua daerah: daerah yang dangkal berbatasan dengan epidermis, yang disebut daerah papiler, dan area dalam tebal dikenal sebagai wilayah reticular.

Wilayah Papiler[sunting | sunting sumber]

Daerah papiler terdiri dari jaringan ikat longgar areolar. Ini adalah nama untuk proyeksi fingerlike yang disebut papila, yang memperpanjang ke arah epidermis. Papila menyokong dermis dengan permukaan "bergelombang" yang interdigitates dengan epidermis, memperkuat hubungan antara dua lapisan kulit.
Di telapak tangan, jari, telapak, dan jari kaki, pengaruh papila memproyeksikan ke epidermis membentuk kontur di permukaan kulit. Ini disebut pegunungan gesekan, karena mereka membantu tangan atau kaki untuk memahami dengan meningkatkan gesekan. Pegunungan Gesekan terjadi pada pola (lihat: sidik jari) yang secara genetik dan epigenetically ditentukan dan karenanya unik untuk individu, sehingga memungkinkan untuk menggunakan sidik jari atau jejak kaki sebagai alat identifikasi.

Wilayah Reticular[sunting | sunting sumber]

Wilayah reticular terletak jauh di daerah papiler dan biasanya lebih tebal. Ini terdiri dari jaringan ikat padat tidak teratur, dan menerima namanya dari padatnya konsentrasi serat kolagen, elastis, dan retikuler yang menenun sepanjang itu. Serat-serat protein memberikan dermis sifat kekuatan, dan elastisitas,.
Selain ini juga yang terletak di wilayah retikuler adalah akar rambut, kelenjar sebaceous, kelenjar keringat, reseptor, kuku, dan pembuluh darah.
Tinta tato ada di dermis. Tanda peregangan dari kehamilan juga terletak di dalam dermis.

Hipodermis[sunting | sunting sumber]

Hipodermis bukan merupakan bagian dari kulit, dan terletak di bawah dermis. fungsinya untuk menempelkan kulit ke tulang dan otot yang mendasarinya serta menyuplai dengan pembuluh darah dan saraf. Ini terdiri dari jaringan ikat longgar dan elastin. Jenis sel utama adalah fibroblast, makrofag dan sel lemak (hipodermis mengandung 50% lemak tubuh). Lemak berfungsi sebagai bantalan dan isolasi untuk tubuh.
Mikroorganisme seperti Staphylococcus epidermidis mengkolonisasi permukaan kulit. Kepadatan flora kulit tergantung pada daerah kulit. Permukaan kulit didesinfeksi akan rekolonisasi dari bakteri yang berada di daerah yang lebih dalam folikel rambut, usus, dan bukan urogenital.

GINJAL

Apa itu penyakit ginjal?

Penyakit ginjal adalah gangguan fungsi pada organ ginjal. Ginjal adalah dua organ yang terletak di rongga perut Anda di kedua sisi tulang belakang di tengah punggung Anda, tepat di atas pinggang. Ginjal memiliki beberapa peran, yaitu:
  • Membersihkan darah dari racun, zat sisa,  dan kelebihan cairan
  • Menjaga keseimbangan garam dan mineral dalam darah Anda
  • Membantu mengatur tekanan darah
  • Mengasilkan eritropoietin, yang berfungsi untuk membuat sel darah merah
  • Menghasilkan senyawa aktif vitamin D yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang
Ketika ginjal rusak, produk-produk limbah dan cairan dapat menumpuk dalam tubuh, menimbulkan beberapa masalah seperti pembengkakan di pergelangan kaki, muntah, kelemahan, kurang tidur, dan sesak napas.
Penyakit ginjal dapat dipicu oleh berbagai masalah kesehatan lainnya, misalnya tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes. Ini artinya, orang yang memiliki kedua penyakit tersebut berisiko tinggi terkena penyakit ginjal.
Jika penyakit ginjal tidak ditangani dengan tepat, maka hal tersebut dapat menyebabkan:
  • Infeksi ginjal
  • Batu ginjal
  • Gagal ginjal
  • Kista
  • Kanker

Kenapa penyakit ginjal tidak boleh disepelekan?

Sebagian besar penyakit ginjal menyerang nefron. Nefron adalah suatu unit jaringan ginjal. Kerusakan ini dapat menyebabkan ginjal tidak mampu mengeluarkan limbah.
Jika tidak diobati, ginjal yang sakit mungkin akhirnya berhenti berfungsi sepenuhnya. Hilangnya fungsi ginjal merupakan kondisi serius dan berpotensi fatal.

Gejala

Apa saja gejala penyakit ginjal?

Tanda-tanda dan gejala penyakit ginjal berkembang dari waktu ke waktu jika kerusakan ginjal berlangsung lambat. Tanda dan gejala penyakit ginjal dapat mencakup:
  • Mual
  • Muntah
  • Kehilangan selera makan
  • Tampak terlihat lemah dan lesu (kurang bersemangat)
  • Mengalami gangguan tidur
  • Jarang buang air kecil
  • Volume urin berkurang
  • Perubahan warna urin, terkadang urin juga bisa bercampur dengan darah
  • Urin nampak berbusa
  • Otot berkedut dan kram
  • Cegukan
  • Pembengkakan kaki dan pergelangan kaki
  • Kulit kering sehingga sering mengalami gatal yang tak kunjung hilang
  • Nyeri dada, jika cairan menumpuk di sekitar selaput jantung
  • Gangguan irama atau denyut jantung
  • Sesak napas, jika cairan menumpuk di paru-paru
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang sulit dikendalikan
  • Penurunan konsentrasi dan kesadaran
Tanda-tanda dan gejala penyakit ginjal sering tidak spesifik. Pasalnya gejala penyakit ginjal seringkali disebabkan karena penyakit lain. Selain itu, dalam banyak kasus tanda-tanda dan gejala penyakit ginjal mungkin tidak muncul sampai kerusakan parah telah terjadi.
Oleh sebab itu, buatlah janji dengan dokter Anda jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala penyakit ginjal.
Jika Anda memiliki kondisi medis yang meningkatkan risiko terkena penyakit ginjal kronis, dokter mungkin untuk memonitor tekanan darah Anda dan fungsi ginjal dengan tes urin dan tes darah selama jadwal pemeriksaan. Tanyakan kepada dokter Anda apakah tes ini diperlukan untuk Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala penyakit ginjal yang tercantum di atas, segera konsultasikan ke dokter. Setiap tubuh berfungi berbeda satu sama lain. Selalu diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab penyakit ginjal?

Penyebab penyakit ginjal kronis
Penyakit ginjal kronis terjadi ketika penyakit atau kondisi merusak fungsi ginjal, menyebabkan kerusakan ginjal memburuk selama beberapa bulan atau tahun.
Penyakit dan kondisi yang sering menyebabkan penyakit ginjal kronis meliputi:
  • Diabetes tipe 1 atau tipe 2
  • Tekanan darah tinggi
  • Glomerulonefritis, radang unit penyaringan ginjal (glomerulus)
  • Nefritis interstitial, radang tubulus ginjal dan struktur sekitarnya
  • Penyakit ginjal polikistik
  • Obstruksi berkepanjangan pada saluran kemih, dari kondisi seperti prostat membesar, batu ginjal dan beberapa jenis kanker
  • Vesikoureteral refluks, suatu kondisi yang menyebabkan urine untuk kembali ke ginjal
  • Infeksi ginjal berulang, juga disebut pielonefritis
Penyebab gagal ginjal akut
Tiba-tiba kehilangan fungsi ginjal disebut cedera ginjal akut, yang juga dikenal sebagai gagal ginjal akut. Gagal ginjal akut memiliki tiga penyebab utama, di antaranya:
  • Kurangnya aliran darah ke ginjal
  • Kerusakan langsung pada ginjal itu sendiri
  • Penyumbatan urin dari ginjal
Sementara penyebab umum penyakit ini termasuk:
  • Sebuah luka trauma pada ginjal yang disertai dengan kehilangan darah
  • Dehidrasi
  • Kerusakan ginjal karena shock selama infeksi berat yang disebut sepsis
  • Obstruksi aliran urin, seperti akibat pembesaran prostat
  • Kerusakan karena obat-obatan tertentu atau toksin
  • Komplikasi kehamilan, seperti eklampsia dan preeklampsia, atau terkait Syndrome HELLP
Pelari maraton dan atlet lainnya yang tidak minum cukup cairan saat berlaga di jarak jauh pada latihan ketahanan mungkin menderita gagal ginjal akut karena kerusakan tiba-tiba pada jaringan otot. Kerusakan otot ini melepaskan sejumlah besar protein ke dalam aliran darah yang disebut mioglobin yang dapat merusak ginjal.

Faktor-faktor Risiko

Siapa yang berisiko terkena penyakit ginjal?

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ginjal adalah:
  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit jantung
  • Merokok
  • Kegemukan alias obesitas
  • Kolesterol tinggi
  • Orang Afrika, penduduk asli Amerika, atau orang Asia
  • Riwayat keluarga dengan penyakit ginjal
  • Usia di atas 65 tahun
Sementara hampir sebagian besar gagal ginjal akut selalu berkaitan dengan kondisi medis lain. Kondisi yang dapat meningkatkan risiko gagal ginjal akut adalah:
  • Penyumbatan pada pembuluh darah di lengan atau kaki (penyakit arteri perifer)
  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Gagal jantung
  • Penyakit hati
  • Dirawat di rumah sakit, terutama untuk kondisi serius yang memerlukan perawatan intensif
  • Usia lanjut

Komplikasi

Apa komplikasi yang mungkin terjadi?

Penyakit ginjal kronis dapat mempengaruhi hampir setiap bagian dari tubuh Anda. Potensi komplikasi dapat mencakup:
  • Retensi cairan, yang dapat menyebabkan pembengkakan di lengan dan kaki, tekanan darah tinggi, atau cairan di paru-paru (edema paru)
  • Kenaikan tiba-tiba pada kadar kalium dalam darah Anda (hiperkalemia), yang bisa mengganggu kemampuan hati Anda berfungsi dan dapat mengancam jiwa
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah (penyakit kardiovaskular)
  • Tulang lemah dan peningkatan risiko patah tulang
  • Anemia
  • Gairah seks menurun atau impotensi
  • Kerusakan sistem saraf pusat Anda, yang dapat menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, perubahan kepribadian atau kejang
  • Penurunan respon kekebalan tubuh, yang membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi
  • Perikarditis, radang pada membran kantung, seperti yang menyelubungi hati Anda (pericardium)
  • Komplikasi kehamilan yang membawa risiko bagi ibu dan janin yang sedang berkembang
  • Kerusakan permanen ginjal (penyakit ginjal stadium akhir), akhirnya membutuhkan dialisis atau transplantasi ginjal untuk bertahan hidup.

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis penyakit ginjal?

Penyakit ginjal awal biasanya tidak memiliki tanda-tanda atau gejala. Pengujian adalah satu-satunya cara untuk mengetahui bagaimana kondisi ginjal Anda. Penting bagi ginjal Anda untuk diperiksa jika Anda memiliki faktor risiko utama seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau riwayat keluarga gagal ginjal.
Berikut ini beberapa tes yang diperlukan untuk mendiagnosis penyakit ginjal:
  • Tes darah untuk memeriksa GFR Anda, yang memberi tahu seberapa baik ginjal Anda melakukan penyaringan. GFR singkatan dari laju filtrasi glomerulus.
  • Tes urin untuk memeriksa albumin dalam urin Anda. Albumin merupakan protein yang dapat mengalir ke dalam urin bila ada ginjal yang rusak.
Penting juga untuk memeriksa tekanan darah Anda. Tekanan darah tinggi bisa menjadi tanda penyakit ginjal. Itu sebabnya, jagalah tekanan darah Anda di bawah target yang ditetapkan oleh penyedia layanan kesehatan Anda. Bagi kebanyakan orang, target tekanan darah kurang dari 140/90 mm Hg.
Semakin cepat penyakit ginjal terdeteksi, semakin cepat Anda bisa mendapatkan pengobatan untuk membantu memperlambat atau mencegah gagal ginjal. Jika Anda memiliki diabetes, periksalah setiap tahun. Jika Anda memiliki faktor risiko lain, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau riwayat keluarga gagal ginjal, bicara dengan dokter tentang seberapa sering Anda harus diperiksa.
Dokter mungkin menggunakan tes ultrasound (USG) untuk menilai struktur dan ukuran ginjal Anda. Tes pencitraan seperti CT scan ginjal juga dapat digunakan dalam beberapa kasus.
Dokter Anda mungkin juga merekomendasikan biopsi ginjal untuk mengambil contoh jaringan ginjal. Biopsi ginjal sering dilakukan dengan bius lokal menggunakan  jarum tipis dan panjang yang dimasukkan melalui kulit dan masuk ke ginjal Anda. Sampel biopsi dikirim ke laboratorium untuk pengujian dan membantu menentukan apa yang menyebabkan masalah ginjal Anda.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa pengobatan untuk penyakit ginjal?

Tergantung pada penyebab yang mendasarinya, beberapa jenis penyakit ginjal dapat diobati. Namun, sering kali, penyakit ginjal kronis tidak dapat disembuhkan. Secara umum, pengobatan terdiri dari langkah-langkah untuk membantu mengontrol gejala, mengurangi komplikasi, dan memperlambat keparahan penyakit. Jika ginjal Anda menjadi rusak parah, Anda mungkin perlu pengobatan untuk penyakit ginjal stadium akhir.
Dokter Anda akan bekerja untuk memperlambat atau mengontrol penyebab penyakit ginjal Anda. Pilihan pengobatan bervariasi, tergantung pada penyebabnya.
Berikut beberapa pilihan pengobatan untuk penyakit ginjal adalah:
Obat-obatan
Dokter mungkin akan meresepkan obat ACE inhibitors (captopril, enalpril, fosionopril) atau ARBs (azilsartan, eprosartanirbesartanlosartanolmesartanvalsartan) untuk membantu mengontrol tekanan darah dan mengurangi kadar protein di dalam urin.
Sementara jika Anda terkena infeksi ginjal, antibiotik mungkin akan diresepkan selama beberapa waktu untuk membantu menghambat dan melawan pertumbuhan bakteri.
Diet
Orang yang memiliki penyakit ginjal harus memerhatikan asupan makanannya dengan baik. Biasanya dokter menganjurkan untuk melakukan diet rendah garam, protein, kalium, dan sebagainya. Tak hanya itu, pasien dengan penyakit ini juga harus membatasi asupan cairannya agar tidak menumpuk di dalam tubuh.
Jika ginjal Anda tidak dapat menyaring limbah dan pembersihan cairan sendiri dan Anda mengalami gagal ginjal komplit, maka Anda memiliki penyakit ginjal stadium akhir. Pada saat itu, dialisis atau transplantasi ginjal diperlukan.
Dialisis artifisial menghilangkan produk-produk limbah dan cairan ekstra dari darah Anda ketika ginjal tidak dapat lagi melakukan hal ini. Pada hemodialisis, mesin menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah Anda.
Pada dialisis peritoneal, sebuah tabung tipis (kateter) dimasukkan ke dalam perut Anda, mengisi rongga perut Anda dengan cairan dialisis yang menyerap limbah dan kelebihan cairan. Setelah periode beberapa waktu, larutan dialisis keluar dari tubuh Anda, membawa limbah.
Transplantasi ginjal melibatkan pembedahan menempatkan ginjal yang sehat dari donor, ke dalam tubuh Anda. Transplantasi ginjal dapat berasal dari donor meninggal atau hidup. Anda harus menggunakan obat selama sisa hidup Anda untuk menjaga tubuh Anda agar tidak menolak organ baru.
Jika Anda memilih untuk tidak melakukan dialisis atau transplantasi ginjal, pilihan ketiga adalah untuk mengobati gagal ginjal Anda dengan tindakan konservatif. Namun, setelah Anda memiliki gagal ginjal komplit, harapan hidup Anda secara umum akan menjadi hanya beberapa minggu.

Pengobatan di Rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat mengatasi penyakit ginjal?

Orang dengan penyakit ginjal dapat terus hidup produktif seperti bekerja, berkumpul bersama teman dan keluarga, dan tetap aktif secara fisik. Anda mungkin perlu membuat beberapa perubahan pola makan dan gaya hidup untuk membantu Anda hidup lebih sehat dan lebih lama. Karena serangan jantung dan stroke lebih umum di antara orang-orang dengan penyakit ginjal, perubahan ini baik untuk jantung Anda dan untuk ginjal Anda.
Perubahan gaya hidup
Mengikuti gaya hidup sehat yang baik untuk orang-orang dengan penyakit ginjal adalah wajib, terutama jika Anda memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, atau keduanya. Bicarakan dengan ahli diet Anda, ahli diabetes, atau perawatan kesehatan profesional lainnya tentang tindakan yang paling penting bagi Anda untuk Anda lakukan. Seperti yang akan Anda lihat, banyak dari tindakan ini saling terkait.
  • Jagalah tekanan darah Anda di target yang ditetapkan oleh dokter Anda. Bagi kebanyakan orang, target tekanan darah kurang dari 140/90 mm Hg. Aturlah agar kadar sodium kurang dari 2.300 miligram (mg) setiap hari.
  • Jika Anda memiliki diabetes, kontrollah kadar glukosa darah Anda. Kontrol glukosa darah yang baik dapat membantu mencegah atau menunda komplikasi diabetes, termasuk penyakit ginjal.
  • Jaga kolesterol darah Anda dalam rentang target Anda. Diet, aktif, menjaga berat badan yang sehat, dan obat-obatan, semua bisa membantu mengontrol kadar kolesterol darah Anda.
  • Minum obat sesuai dengan cara yang disarankan oleh dokter Anda.
  • Jika Anda merokok, ambillah langkah-langkah untuk berhenti. Merokok dapat membuat kerusakan ginjal parah.
  • Menjadi lebih aktif. Aktivitas fisik baik untuk tekanan darah Anda, serta glukosa darah dan tingkat kolesterol darah  Anda.
  • Menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan membuat ginjal Anda bekerja lebih keras. Kehilangan berat badan membantu ginjal Anda bertahan lebih lama.